Pelaksanaan program kegiatan (PPK) "Coral Reef Rehabilitation and Management Program" (Coremap) II Buton, berhasil menekan aktivitas penangkapan ikan dengan cara-cara ilegal.
"Sejak program Coremap, Ceremap I dan II dilaksanakan, berhasil menekan jumlah aktivitas nelayan yang menangkap ikan secara ilegal, terutama menggunakan bom dan racun jenis potasium sianida," kata PPK Coremap II Buton, LM Jabal di Buton, Sabtu.
Indikasi berkurangnya aktivitas nelayan menangkap ikan secara ilegal tersebut tampak pada terus membaiknya terumbu karang di wilayah pesisir pantai perairan laut Buton, terutama di pulau-pulau kecil seperti Siompu, Kadatua, Talaga dan Batu Atas.
"Masyarakat di wilayah pesisir, terutama di lokasi yang menjadi binaan Coremap, rata-rata telah menyadari pentingnya menjaga dan memelihara terumbu karang dengan cara mencegah penangkap ikan secara ilegal," kata LM Jabal.
Oleh sebab itu, masyarakat di sejumlah wilayah pesisir pantai di Buton, saat ini sebagian besar terlibat langsung dalam pelestarian terumbu karang.
"Keterlibatan masyarakat dalam menjaga dan melestarikan terumbu karang itu, telah membawa dampak yang luar biasa bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah-wilayah pesisir pantai," katanya.
Sebab kata dia, dengan terus membaiknya kondisi terumbu karang, ikan-ikan di wilayah peisisir juga terus berkembang banyak, sehingga nelayan tidak kesulitan lagi mendapatkan ikan tanpa merusak lingkungan.
Selain itu, jelasnya, usaha budidaya rumput laut yang digeluti warga mengalami peningkatan produksi karena tidak lagi terganggu dengan aktivitas pemboman ikan maupu potasium sianida.
Ia mengatakan, pengelola program Coremap sendiri saat tengah melakukan penguatan kelembagaan di semua lini dan komponen masyarakat di desa-desa yang menjadi binaan Coremap II di Buton.
Diharapkan, dengan penguatan kelembagaan itu, program Coremap II di Buton masih dapat berlanjut ke Coremap III.
"Sebelum berlanjut ke Program Coremap III, pihak pendonor, yakni Bank Dunia akan mengevaluasi seluruh kegiatan Coremap II pada akhir Desember 2011. Jika dinilai berhasil, pihak pendonor akan melanjutkan program ini ke Coremap III," katanya. (Ant).
Source : http://sultra.antaranews.com/berita/261603/coremap-ii-buton-tekan-penangkapan-ikan-ilegal Indikasi berkurangnya aktivitas nelayan menangkap ikan secara ilegal tersebut tampak pada terus membaiknya terumbu karang di wilayah pesisir pantai perairan laut Buton, terutama di pulau-pulau kecil seperti Siompu, Kadatua, Talaga dan Batu Atas.
"Masyarakat di wilayah pesisir, terutama di lokasi yang menjadi binaan Coremap, rata-rata telah menyadari pentingnya menjaga dan memelihara terumbu karang dengan cara mencegah penangkap ikan secara ilegal," kata LM Jabal.
Oleh sebab itu, masyarakat di sejumlah wilayah pesisir pantai di Buton, saat ini sebagian besar terlibat langsung dalam pelestarian terumbu karang.
"Keterlibatan masyarakat dalam menjaga dan melestarikan terumbu karang itu, telah membawa dampak yang luar biasa bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah-wilayah pesisir pantai," katanya.
Sebab kata dia, dengan terus membaiknya kondisi terumbu karang, ikan-ikan di wilayah peisisir juga terus berkembang banyak, sehingga nelayan tidak kesulitan lagi mendapatkan ikan tanpa merusak lingkungan.
Selain itu, jelasnya, usaha budidaya rumput laut yang digeluti warga mengalami peningkatan produksi karena tidak lagi terganggu dengan aktivitas pemboman ikan maupu potasium sianida.
Ia mengatakan, pengelola program Coremap sendiri saat tengah melakukan penguatan kelembagaan di semua lini dan komponen masyarakat di desa-desa yang menjadi binaan Coremap II di Buton.
Diharapkan, dengan penguatan kelembagaan itu, program Coremap II di Buton masih dapat berlanjut ke Coremap III.
"Sebelum berlanjut ke Program Coremap III, pihak pendonor, yakni Bank Dunia akan mengevaluasi seluruh kegiatan Coremap II pada akhir Desember 2011. Jika dinilai berhasil, pihak pendonor akan melanjutkan program ini ke Coremap III," katanya. (Ant).

0 komentar:
Posting Komentar