Jumat, 20 Juli 2012

Biota Laut RI Bisa Menjadi Solusi Masalah Pangan

Jika selama ini biota laut hanya dikenal sebagai sumber protein, maka sebenarnya sangat mungkin kekayaan alam itu bisa menjadi sumber makanan lain seperti karbohidrat.

Biota laut Indonesia yang sangat kaya ragam, ternyata sangat potensial untuk menjadi solusi masalah ketahanan pangan di tanah air. Hal itu seperti disampaikan oleh Dr Tonny Wagey, peneliti senior Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

"Menurut Census of Marine Life (CoML), diperkirakan ada hampir satu juta biota laut di seluruh dunia," ujar Tonny, di sela Rapat Koordinasi Nasional CoML Indonesia, di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Jakarta, Rabu (25/1).

Menurut Tonny, sensus tersebut menemukan ada setidaknya 950.000 biota laut, dan baru 250.000 di antaranya yang bisa didefinisikan oleh para ilmuwan. Sisanya menurutnya, masih belum bisa didefinisikan.

Tonny mengatakan, biota laut yang belum terdefinisikan itu bisa menjadi potensi yang luar biasa, bahkan bisa menjadi jawaban tehradap masalah krisis pangan di Indonesia. "Saya memperkirakan ada setengah dari 950.000 biota laut itu ada di laut tropis, termasuk Indonesia. Kalaupun tidak sampai setengahnya, yang pasti jumlahnya sangat kaya dan signifikan," ujar Tonny.

Selama ini, menurut Tonny pula, biota laut hanya dikenal sebagai sumber protein. Namun sebenarnya sangat mungkin biota laut bisa menjadi sumber makanan lain seperti karbohidrat.

Sementara itu, Deputi Ilmu Pengetahuan Kebumian LIPI, Iskandar Zulkarnaen, mengatakan bahwa masyarakat Indonesia masih memiliki pemikiran bahwa pangan berarti beras atau kentang. Hal itu menurutnya, membuat belum terlalu banyak yang melirik biota laut sebagai alternatif sumber pangan yang sangat kaya gizi.

"Contohnya abalone dan teripang. (Itu) Di negara-negara tetangga sudah dibudidayakan dan dikonsumsi secara luas. Tetapi di Indonesia masih sedikit sekali yang memanfaatkannya," ujar Iskandar.

Riset CoML sendiri sudah dilakukan sejak tahun 2000 hingga 2010, dengan melibatkan 80 negara dan 2.700 ilmuwan. Sebanyak 540 ekspedisi laut telah dilakukan untuk meneiti keragaman biota laut di dunia. Indonesia merupakan salah satu negara yang mendorong agar CoML masuk menjadi program di Unesco.
Source : http://lipi.go.id/www.cgi?berita&1327625546&3&2012&&ina

0 komentar:

Posting Komentar