Sabtu, 21 Juli 2012

Potensi Kekayaan Laut Indonesia

Indonesia mempunyai potensi kekayaan laut luar biasa. Menurut sebuah media massa, potensi kekayaan laut Indonesia jika ditaksir dengan rupiah akan bernilai sekitar 14.994 triliun rupiah. Kisaran ini merupakan hasil perhitungan para ahli kelautan dan berbagai lembaga yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Apa saja potensi kekayaan laut Indonesia tersebut?
Menurut perhitungan, jumlah tersebut berdasarkan kisaran hasil perikanan yang bernilai 31,94 miliar dollar AS. Selain itu, potensi wilayah pesisir yang masih alami sebesar 56 miliar dollar AS. Pengembangan bioteknologi laut sejumlah 40 miliar dollar AS, ditambah keberadaan wisata bahari 2 miliar dollar AS. Kandungan minyak bumi sebesar 6,64 miliar dollar AS serta peluang mengembangkan transportasi laut sebesar 20 miliar dollar AS.
Potensi Kekayaan Laut Indonesia
Paling tidak, ada dua potensi besar yang bisa diamati dan bisa langsung dikelola untuk memajukan kesejahteran rakyat negeri ini.
1. Perikanan dan Perdagangan
Indonesia sebagai negara maritim terbesar di dunia memang mempunyai kekayaan laut yang luar biasa. Salah satunya adalah variasi jenis ikan dan biota laut yang melimpah ruah. Indonesia juga mempunyai potensi wisata, seperti taman laut yang berjajar indah di sekitar perairan negeri ini.
Perlu kita ketahui bahwa hasil perikanan budidaya di Indonesia setiap tahunnya sekitar 46,3 juta ton. Hasil tangkapan laut Indonesia mendominasi produksi penangkapan ikan di dunia. Hasil laut Indonesia berkisar 52 persen dari produksi keseluruhan tangkapan laut dunia, yaitu 47,6 juta ton.
Bahkan, menurut Food and Agriculture Organization (FAO), badan PBB yang menaungi berbagai informasi tentang pangan dan pertanian, pada 2006, Indonesia merupakan produsen ikan terbesar di dunia dengan bobot produksi sekitar 87,1 juta ton. Jumlah yang fantastik tersebut meliputi 4,4 juta ton di wilayah tangkap perairan Indonesia, sedangkan 1,8 juta ton lainnya berada di perairan Zona Ekonomi Eksklusif atau ZEE.
Ekonomi dunia juga sangat bergantung dengan keberadaan negeri-negeri maritim seperti Indonesia. Menurut catatan pada 2006, lebih dari 80 persen perdagangan dunia melalui laut dengan omset lebih dari 500 miliar dollar AS. Pada 2011, nilai tersebut ditaksir akan meningkat hingga 670 miliar dollar AS dengan pertumbuhan perdagangan yang bertambah lebih dari 40 persen pada 2020.
2. Taman Laut dan Terumbu Karang
Tahukah Anda, terumbu karang Indonesia menyumbang 21 persen kekayaan terumbu karang dunia? Luas terumbu karang Indonesia sekitar 51 ribu kilometer persegi. Potensi taman laut dan keindahannya tak perlu diragukan lagi. Badan turisme PBB atau World Tourism Organization, mempunyai penilaian yang mengejutkan terhadap estetika taman laut Indonesia.
Badan ini memberikan index di atas 31 terhadap taman-taman laut di Negeri Zamrud Khatulistiwa ini. Sebuah penghargaan yang luar biasa atas potensi kekayaan laut Indonesia. Padahal, index taman-taman laut ternama, seperti Great Reef di Australia, hanya 28. Taman laut Kepulauan Karibia yang terkenal hanya 25. Bahkan, taman laut Tahiti hanya mendapat index 21. Tentunya, index tersebut jauh di bawah taman laut Indonesia.
Sayangnya, bukan hanya kita yang tidak mengenal lebih jauh kekayaan negeri yang melimpah ruah. Banyak di antara potensi berharga tersebut tak terkelola dengan baik, malah ada sebagian yang sengaja dirusak oleh masyarakat negeri sendiri.
Taman Laut Indonesia
Tahukah Anda, dari sekitar 24 taman laut yang ada di seluruh dunia, mayoritas taman-taman laut surgawi tersebut berada di Indonesia. Taman-taman cerminan surga tersebut adalah sebagai berikut.
Taman Laut Padang di Sumatera Barat.
Taman Laut Bunaken di Sulawesi Utara.
Taman Laut Kungkungan juga di Sulawesi Utara.
Pesisir Jawa Barat.
Perairan Bali.
Taman Laut Gilis di Pulau Lombok.
Taman Laut Flores.
Taman Laut Alor di Nusa Tenggara Timur.
Taman Laut Rote juga di Nusa Tenggara Timur.
Perairan Ambon di Maluku.
Taman Laut Saparua di sekitar Pulau Halmahera.
Taman Laut Banda.
Dari taman-taman laut tersebut, lebih dari 75 persen jenis karang dunia dapat ditemui. Lebih dari 3000 jenis ikan hidup dan menghiasi perairan. Taman-taman laut tersebut juga telah menjadi kawasan hutan bakau terbesar di dunia. Setidaknya, bila dikelola dengan baik, kawasan-kawasan taman laut di Indonesia dapat bernilai sekitar 2,3 miliar dolar AS atau 21 triliun lebih setiap tahunnya.
Oleh sebab itu, butuh keseriusan, kecintaan, dan pemeliharaan yang bertanggung jawab dari setiap warga negara maupun pemerintah untuk mengoptimalkan potensi kekayaan laut Indonesia yang telah dianugerahkan Tuhan pada kita. Semoga!

Read More......

Pendaftaran buku KapaL



BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang.
            Provinsi Jawa Barat adalah salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki potensi sumberdaya perikanan dan kelautan yang cukup besar. Panjang garis pantai Jawa Barat mencapai 805 km yang terdiri dari pantai selatan dan 428 km2 dan  pantai utara 377 km. Luas laut yang dimiliki Provinsi Jawa Barat mencapai 289.800 km2 dengan perkiraan potensi lestari sumberdaya perikanan mencapai 240.000 ton/tahun.
Adapun keragaan perikanan tangkap di Jawa Barat dapat kami gambarkan sebagai berikut :
1.2.  Nelayan
            Kegiatan penangkapan ikan di provinsi Jawa Barat cukup dominan dengan jumlah nelayan mencapai 88.975 orang, Hal ini menunjukan bahwa kegiatan perikanan tangkap di provinsi Jawa Barat menjadi salahsatu mata pencaharian pokok di provinsi Jawa Barat. Jumlah Nelayan di Provinsi Jawa Barat dapat dilihat pada Tabel 1.
Tabel.1 Jumlah Nelayan Jawa Barat
No
Kabupaten/ Kota
Jumlah Nelayan
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
Kab. Sukabumi
Kab. Cianjur
Kab. Garut
Kab. Tasikmalaya
Kab. Ciamis
Kab. Cirebon
Kab. Indramayu
Kab. Subang
Kab. Karawang
Kab. Bekasi
Kota Cirebon
88.975
12.665
985
3.853
3.826
16.599
35.561
5.890
5.341
2.161
1.589
JUMLAH
88.975
1.3. Jenis Alat Tangkap
Tabel 2. Jenis dan Jumlah Alat Tangkap
No
Jenis Alat Tangkap
Jumlah (Unit)
1
2
3
4
5
6
7
8
9
Pukat Tarik
Pukat Kantong
Pukat Cincin
Gill Net
Jaring Angkat
Pancing
Perangkap
Alat Pengumpul dan Alat penangkap
Lain-lain
622
5.591
199
11.252
1.377
2.741
3.117
284
67
JUMLAH
25.250
           
            Terlihat pada Tabel 2 alat tangkap yang yang beroperasi di Jawa Barat mencapai 25.250 Unit Alat tangkap. Alat tangkap yang mendominasi adalah Gill Net atau Jaring insang dengan 11.252 Unit yang beroperasi di perairan Jawa Barat.
1.4. Jumlah Hasil Produksi
            Hasil Produksi perikanan tangkap di laut mencapai 180.402,14 Ton. Angka ini menunjukan bahwa begitu besarnya potensi ikan di perairan Jawa Barat. Adapun Jenis Ikan Hasil Tangkapan dan Jumlah volumenya dapat di lihat pada Tabel 3.
Tabel 3. Jenis dan Jumlah Produksi Penangkapan Ikan
No
Jenis Ikan
Volume (Ton)
Nilai (Rp)
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
Ekor Kuning
Layang
Bawal
Bentong
Kakap
Tembang
Lemuru
Tongkol
Cakalang
Kembung
Banyar
Tenggiri
Tuna
Kerapu
Baronang
Layur
Cucut
Pari
Udang
Cumi-cumi
Lainnya
69,13
2.980,48
6.052.05
7,20
6.051,8
14.422,5
2.806,03
22.147
1.173,60
7.201,29
204,35
4.827,21
2.727,94
266,91
38.82
3.792,14
3.979,71
4.140,4
8.912,36
3.487,7
41.737.65
1,183,822
24,912,689
160,602,791
72,000
175,696,422
79,078,961
14,446,440
240,140,028
9,655,906
60,124,206
1,546,823
152,376,840
314,080,331
6,095,975
542,320
25,890,875
65,090,968
 33,646,954
223,095,983
95,363,120
402,790,769
JUMLAH
180.402,14
2.086.404.223
           
1.5. Kapal Perikanan
            Kapal Penangkap ikan adalah kapal yang secara khusus dipergunakan untuk menangkap ikan termasuk menampung, mnyimpan, mendinginkan, dan mengawetkan ikan. Besarnya Ukuran Kapal penangkapan sangat mempengaruhi untuk keberhasilan menangkap ikan karena jarak tempuh kapal untuk mencari daerah fishing ground di tentukan oleh besarnya kapal yang digunakan. Daerah Jawa Barat ini masih di dominasi oleh kapal-kapal Tradisional. Motor tempel yang mendominasi kapal penangkapan ikan di Jawa Barat. Motor Tempel di Jawa Barat berjumlah 9.994 unit.
Adapun jumlah kapal perikanan laut berdasarkan klasifikasi ukuran dapat dilihat pada Tabel berikut:
Tabel 4. Jumlah Kapal Perikanan Laut Berdasarkan Hasil Klasifikasi Ukuran
No
Jenis Kapal
Jumlah Kapal (Unit)
1
2
3
PTM (Perahu Tanpa Motor)
Motor Tempel
Kapal Motor
-          < 5 GT
-          5 - <10 GT
-          10-30 GT
-          > 30 GT
468
9.994
1.642
4.284
1.350
491
JUMLAH
18.229
BAB II
PELAKSANAAN PENDAFTARAN DAN PENANDAAN KAPAL PERIKANAN
2.1. Pendaftaran Kapal
            Terlihat pada Tabel 4 Jumlah Kapal sebanyak 18.229 Unit dari semua jenis kapal. Kapal dibagi 3 yaitu Perahu Tanpa Motor (PTM), motor tempel, Kapal motor. Perizinan kapal ini juga di bagi menjadi 3 bagian kurang dari 5 GT tidak menggunakan Perizinan, 5 GT sampai dengan kurang dari 10 GT menggunakan izin di tingkat kabupaten setempat yang mendapatkan buku berwarna hijau, 10 sampai dengan 30 GT menggunakan izin ke provinsi setempat menadapatkan buku kapal berwarna kuning, dan lebih dari 30 GT menggunakan izin Pusat mendapatkan buku kapal berwarna merah.
            Pada Tabel 4 terlihat jumlah kapal yang harusnya melakukan izin Provinsi Jawa Barat terlihat pada ukuran 10 sampai dengan 30 GT mencapai 1350 unit kapal, tetapi pada kenyataanya sampai sekarang kapal yang sudah terdaftar untuk provinsi Jawa Barat berjumlah 112 unit kapal dapat di lihat pada ( Lampiran 1).
            Buku kapal perikanan adalah buku yang memuat informasi hasil pendftaran kapal perikanan yang berisi data kapal perikanan dan identitas kapal yang berisi perubahan-perubahan yang rerjadi pada fisik dan dokumen kapal perikanan. Buku kapal ini bertujuan untuk  mengidentifikasi jumlah kapal yang ada di Provinsi Jawa Barat.
Buku kapal yang didapat dari dana APBN yang menjadi stok pada tahun 2010 sebanyak 100 sudah habis di sebarkan, dan pada tahun 2011 buku ini berasal dari dana APBN sebanyak 600 dan dari dana APBD 1500 buku terdiri dari duplikat dan asli sampai tahun sampai Februari 2012 hanya 112 buku kapal yang tersebar di Jawa Barat.
            Penandaan kapal yang sudah terdaftar memiliki buku kapal dengan menggunakan cat hitam dan putih, dari 112 hanya 60% yang sudah di tandai. Hanya Indramayu dan Cirebon yang sudah memiliki kartu nelayan. Hal ini di karenakan banyak nelayan yang belum mengerti apa kegunaan buku kapal.
BAB III
KENDALA DAN PERMASALAHAN
            Dari stok buku kapal yang telah didapat dari APBD dan APBN sebanyak 2100 tahun 2012 ini hanya 112 buku kapal yang telah dimiliki nelayan. Terlihat sangat sedikit sekali buku yang telah tersebar di nelayan, dan hanya nelayan daerah Kabupaten Indramayu dan Kabupaten Cirebon yang telah mengirimkan atau mendaftarkan untuk memiliki buku kapal.
BAB IV
PEMECAHAN MASALAH
Agar nelayan mengerti arti pentingnya buku kapal terhadap usaha penangkapan yang mereka lakukan. Pemerintah Dinas Perikanan  dan Kelautan Jawa Barat telah melakukan soalisasi untuk pendaftaran dan penandaan kapal  ke setiap sebelas Kabupaten atau Kota  di seluruh Provinsi Jawa Barat.
BAB V
Kegiatan Tahun 2012 dari APBD yang terkait dengan pendaftaran dan penandaan kapal pemerintah Provinsi Jawa Barat  melakukan Sosialisasi untuk pendaftaran, penandaan kapal perikanan dan solialisasi cek fisik kapal di sebelas kabupaten dan kota provinsi Jaw Barat.
Kegiatan Dinas Perikanan dan Kelautan  yang akan diselenggarakan dari APBN adalah  Pembinaan dan Pengembangan Kapal Perikanan, Alat Penangkapan Ikan, dan Pengawakan Kapal Perikanan, Pelayanan Usaha Perikanan Tangkap yang Efisien, Tertib dan berkelanjutan, sinkronisasi pelayanan usaha penangkapan ikan dengan unit pelayanan terpadu, dan pembinaan dan pengembangan kapal paerikanan, alat tangkap ikan, dan pengawakan kapal perikanan. Kegiatan ini semua bertujuan untuk memberikan pengertian arti pentingnya mendaftarkan dan memiliki buku kapal.

Read More......

KUISIONER NELAYAN

CONTOH KUISIONER NELAYAN


Tanggal :
Nama Responden:
Alamat:
IDENTITAS RESPONDEN
1.     Umur                                                  :
2.     Pendidikan                                          : formal (SD/SMP/SMA/ PT)
3.     Pendidikan non Formal/pelatihan/peyuluhan yang pernah diikuti:
4.     Jumlah tanggungan keluarga             :
5.     Pengalaman usaha                              :
6.     Apakah memiliki pekerjaan lain        :
a.      Ya                 b. Tidak
7.     Jika ya, pekerjaan apa yang ditekuni?
.........................................................
8.     Besarnya penghasilan dari pekerjaan tersebut?
........................................................................
KEGIATAN USAHA
1.     Jenis alat tangkap yang digunakan.......................
2.     Kapasitas armada tangkap.....................................
3.     Status armada tangkap
a.      Sewa       b. Milik
4.     Jika sewa, biaya sewa armada tangkap/bulan: Rp..................
5.     Jika cash, berapa biaya yang dikeluarkan:........................
6.     Jika kredit, berapa besar biaya cicilan Rp................................/bulan
7.     Berapa lama penyicilan....................th
8.     Umur pakai armada tangkap...............th
9.     Apakah terdapat biaya untuk perawatan armada tangkap:
a.      Ya                             b. Tidak
10.  Jika ya berapa jumlah pengeluaran untuk biaya perawatan armada tangkap/th : Rp......................
11.  Harga mesin kapal 22 PK:………………………..
12.  Biaya perawatan mesin kapal?...................
13.  Jumlah unit alat tangkap yang dipergunakan: ........................  unit
14.  Harga alat tangkap/unit Rp ....................
15.  Pembelian alat tangkap
a.      Cash                b. Kredit
16.  Jika kredit, berapa lama cicilan alat tangkap .................. th
17.  Jika kredit, berapa cicilan Rp ........................... /bulan
18.  Apakah terdapat biaya perawatan alat tangkap :
a.      Ya                   b. Tidak
19.  Jika ya, berapa jumlah yang dikeluarkan untuk biaya yang dikeluarkan untuk perawatan alat tangkap/ th: Rp ...................
20.  Berapa umur pakai alat tangkap:............................th
21.  Jenis bahan bakar yang dipergunakan ........................
22.  Harga bahan bakar perliter .........................
23.  Biaya pembelian bahan bakar Rp.......................... /trip
24.  Tenaga kerja ABK : .....................orang
25.  Berapa besar biaya untuk perbekalan Rp.................../trip
26.  Apakah terdapat biaya retribusi atau pungutan liar
a.      Ya                      b. Tidak
27.  Jika ya, berapa besar yang dikeluarkan Rp ..................
28.  Biaya produksi lain yang dibutuhkan :...........................................................
29.  Berapa besar pembagian hasil :
a.      Pemilik .................%
b.     ABK.....................%
c.      Juru mudi.............%
30.  Berapa kali melaut dalam 1 bulan.....................kali/bulan 1 trip =.........hari
31.  Luas daerah penangkapan...................................mil
HASIL TANGKAPAN
1.     Jenis ikan yang teertangkap pada saat trip:
a.      ....................... jumlah ...................... kg
b.     ....................... jumlah .......................kg
c.      ...................... jumlah ........................kg
d.     ...................... jumlah ........................kg
2.     Apabila ada ikan tidak laku di jual
a.      Dibuang         b. Diolah     c. habis
3.     Berapa harga jual ikan hasil olahan tersebut Rp ......................./kg

Read More......